Ribuan Pelaut Indonesia Bakal Terancam Denda di AS

Sebanyak 25.000 pelaut Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat atau di kapal asing yang singgah di AS bakal terkena denda 25.000 dolar AS per orang, jika tidak memiliki SID (Seafarers Identity Document), yakni kartu identitas pelaut yang berlaku secara internasional.
Untuk menghindari keresahan pelaut Indonesia di luar negeri, Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mendesak Departemen Perhubungan segera menyampaikan surat resmi kepada pemerintah AS dan US Coast Guard untuk minta dispensasi dan memberitahukan bahwa pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan penerbitan SID.
KPI juga minta Dephub segera menerbitkan SID bagi seluruh pelaut yang bekerja di luar negeri, kata Presiden KPI, Hanafi Rustandi, di Jakarta, Senin (1/6).
Dikatakan, peringatan Coast Guard Amerika Serikat itu disampaikan ke berbagai negara pada 28 April 2009 dan diberlakukan mulai 28 Mei 2009.
Indonesia juga mendapat peringatan karena telah meratifikasi Konvensi ILO (International Labour Organization ) No.185 tentang SID melalui UU No.1/2008. Semua negara yang telah meratifikasi Konvensi ILO 185 wajib menerapkannya, dan seluruh pelautnya juga harus memiliki SID.
Dalam melaksanakan ketentuan tersebut, US Coast Guard akan memeriksa seluruh dokumen pelaut yang bekerja di AS maupun kapal yang singgah di sejumlah pelabuhan negara tersebut, yakni buku pelaut, paspor dan SID.
Sebagai kartu identitas pelaut internasional, SID dibuat dengan teknologi canggih yang dilengkapi biometrix, 10 sidik jari, barcode dan foto retina mata. Jika tidak dapat menunjukkan SID, pelaut akan didenda US$ 25.000 per orang, ujar Hanafi mengingatkan.
Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 25.000 pelaut yang bekerja di AS. Antara lain 10.000 orang bekerja di kapal pesiar Holland American Line (HAL) dan 15.000 pelaut lainnya di kapal-kapal penumpang dan barang.
Ia menilai devisa yang dihasilkan pelaut yang bekerja di AS cukup besar. Dengan asumsi tiap orang mengirimkan rata-rata 750 dolar AS per bulan, maka devisa yang dihasilkan mencapai 18,7 juta dolar AS per bulan atau sekitar 225 juta dolar AS per tahun.
Terkait penerbitan SID yang rencananya dilakukan di Jakarta dan Surabaya, Hanafi menjelaskan pemerintah (Dephub) sejak 2007 sebenarnya telah menyediakan dana Rp16 miliar. Persiapan ini menyusul diratifikasinya Konvensi ILO No.185 melalui UU No.1/2008 tentang peerbitan SID bagi pelaut Indonesia.
KPI sangat mendukung keputusan pemerintah untuk segera menerbitkan SID yang sangat diperlukan bagi pelaut yang bekerja di luar negeri.
Namun, upaya ini terkendala oleh birokrasi di Departemen Perhubungan antara lain pencetakan SID yang semula akan dilaksanakan di lantai 17 Gedung Dephub, tiba-tiba dipindah ke lantai basement.
KPI berharap Ditjen Hubla segera merealisasikan penerbitan SID, agar pelaut Indonesia di luar negeri tidak resah dengan ketentuan yang dikeluarkan US Coast Guard, kata Hanafi.

Sumber : Harian Umum pelita

Penting : Bagi Crew dan Staff Holand America Line yang belum berangkat/berlayar segera buat S.I.D tahapan buat SKCK dulu di POLRES setempat dan biaya pembuatan S.I.D Rp.350.000,- untuk lebih jelasnya silahkan Hub: Pt.Sumber Bakat Insani, ni sekadar info aja bro biar kita gak di denda $25.000

About Kang Agus

Curhat sang pelaut..kalau ada yang mau curhat cara masuk ke kapal pesiar silahkan komen di artikel yang berkaitan mohon maaf kalau gak langsung di jawab berhubung sibuk melaut..saya akan coba usahakan jawab
This entry was posted in berita dunia and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Ribuan Pelaut Indonesia Bakal Terancam Denda di AS

  1. Pingback: RIBUAN PELAUT INDONESIA BAKAL TERANCAM DENDA DI AS « "POLARIS" Mess

  2. Dicky says:

    Brow… kalo SKCK itu masa expirenya berapa lama?
    kalo S.I.D. itu sekali bikin untuk berapa tahun?
    apakah bentuk S.I.D. itu seperti Kartu SIM gitu?
    thanks Brow…

  3. jomo says:

    oke..makasih kang agus.. atas infonya

  4. ARRIE ARYA ALFAHROZI says:

    wah txs banget infonya

  5. Pingback: uye bagi2 informasi | becakbanetelu

  6. yudi arianto says:

    bang agus SID itu di wajidkan ga kalo kerja di kapal pesiar..?

  7. Dimas Adityo says:

    kang agus, klo mw bkin S.I.D itu kita ngurus dmn?

  8. pelaut says:

    Bagaimana mengurus SID sendiri ?

  9. ertwo toda mahardika says:

    thaks infonya kang agus mntaap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s