Warga Kumpulkan Uang Koin untuk Dukung Prita

Gerakan Koin Peduli Prita ditopang oleh blogger dengan membuat sebuah blog khusus bertajuk Koin Keadilan.

Koin KeadilanBlog menumpang WordPress ini, dalam keterangan resmi dari para penggagasnya, Sabtu (5/12/2009), merupakan salah satu simpul informasi dukungan terhadap Prita Mulyasari, yang oleh Pengadilan Tinggi Banten diputuskan bersalah dan harus membayar denda Rp. 204 juta kepada RS Omni Internasional Alam Sutera yang menggugatnya secara perdata.

“Tiada niat menjadi pusat atau sejenisnya, sehingga kami terbuka terhadap setiap kerja sama dan menyambut baik kemunculan inisiatif serupa. Semuanya demi Prita dan kebebasan menyatakan pendapat. Mari bahu membahu,” tulis mereka dalam blog tersebut.

Dijabarkan dalam blog tersebut, para penggagas Koin Peduli Prita, yang juga membuat blog ‘Koin Keadilan’ ini adalah para blogger. Beberapa di antaranya adalah Ndoro Kakung (dengan nama asli Wicaksono) dan Bapak Blogger Enda Nasution.

Dalam blog tersebut dinyatakan “ketika keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan receh”.

Blog tersebut juga memberikan informasi terbaru mengenai tempat-tempat pengumpulan koin yaitu:

Koin Keadilan:
Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sore sampai dini hari (Minggu tutup). Peta

Koin Peduli Prita:
Markas Sehat – 71284653, Komplek PWR no 60 Jatipadang, Ragunan, Jakarta Selatan

Samsul NA : 0818769284, Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas, Sawangan, Depok

Esti Gunawan : 0811101497, Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro Jaya, Banten

Albert/Ria – 0811873004, Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22, Gading Serpong

Lia – 081318877223, Jl Balimatraman, Al-Ikhlas II no.21 TR14/05, Manggarai Selatan, Tebet

Della Najla – Hp : 081513162427, Jl. Pekojan no. 45, Empang, Bogor

Heni Nuraina – 08128085617, Medang lestari D III B 103, Tangerang

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2009/12/05/55/282093/koin-keadilan-blog-informasi-koin-prita

——————————————————————————————————————————————

Setelah pengumpulan Koin, Blogger pun berkomitmen untuk terus menggelar aksi bantuan bagi Prita Mulyasari. Salah satunya adalah sebuah konser amal.

Dikatakan salah satu penggagas Koin Keadilan, Wicaksono, blogger saat ini sedang berencana untuk menggelar konser amal tersebut. Sayangnya belum diketahui kapan rencana ini akan direalisasikan.

Dalam sebuah postingan di TweetPhoto, Sabtu (5/12/2009), sebuah foto koin bergambar Prita beredar di beberapa akun Twitter milik para penggagas tersebut. Koin tersebut disematkan sebuah kalimat yang memenuhi setengah lingkaran koin ‘Konser Koin untuk Keadilan’.

Sepertinya itu merupakan tajuk dari konser yang akan digelar para blogger nantinya.

Untuk saat ini blogger masih menerima dukungan koin untuk menggenapkan pembayaran denda Prita Mulyasari senilai Rp 204 juta.

Prita Mulyasari dijatuhi hukuman denda sekira 204 juta atas kasus pencemaran nama baik melalui perangkat elektronik (email) terhadap Rumah Sakit Omni Internasional. Keputusan ini dijatuhkan hakim setelah melalui proses pengadilan yang panjang.

Blogger Indonesia memberikan dukungan yang cukup kuat terhadap Prita yang dianggap sebagai korban dari sebuah pasal karet di undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Pasal 27 ayat 3 dalam UU ITE tersebut menyebutkan Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Sanksi dalam pasal tersebut akan dikenakan denda sekira 1 miliar dan hukuman penjara selama 6 tahun.

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2009/12/05/55/282094/selanjutnya-blogger-gelar-konser-amal-prita

******************************

Kenapa Harus Koin?

Pertanyaan itu mungkin terlintas di benak Anda saat mendengar ada Posko Koin Peduli Prita yang mengumpulkan koin untuk membantu Prita Mulyasari membayar denda senilai 204 juta.

Salah satu penggagas Posko Koin Peduli Prita, Ade Novita menjawab, dengan mengumpulkan koin, batas antar masyarakat akan luntur. Setiap orang punya koin sebagai nilai rupiah terkecil.

Dengan demikian, semua lapisan masyarakat dapat dijangkau. “Spiritnya koin. karena nilai rupiah terendah. Sehingga menghilangkan batasan antar lapisan masyarakat,” ujar Ade Novita saat ditemui Kompas.com di Posko Koin Peduli Prita Jakarta, Sabtu (5/12).

Memang bagi orang awam kedengarannya tidak masuk akal mengumpulkan koin dalam jumlah besar. Seperti yang pertama kali dilontarkan seorang penyumbang koin, Eksi, saat mendatangi Posko Koin Peduli Prita, Sabtu (5/12). “Ini beneran koin?,” ujarnya.

Namun, bagi Posko Koin Peduli Prita hal tersebut tidaklah aneh. Koin-koin yang dikumpulkan sama sekali tidak merepotkan, justru koin mewakili seluruh lapisan masyarakat.

“Ya beginilah koin, tapi kami tidak merasa kerepotan, justru koin yang mewakili seluruh masyarakat,” ujar Ade. Rencananya, koin-koin ini akan tetap diberikan kepada Prita Mulyasari apapun hasil putusan kasasi yang diajukan Prita nantinya.

“Kita mengikuti perkembangannya. Walaupun nantinya Prita menang kasasi, tetap diberikan, kan Bu Prita juga cukup mengeluarkan uang besar selama ini,” ujar Ade. Untuk diketahui, saat ini, Prita Mulyasari sedang mengajukan kasasi atas keputusan pengadilan yang mengharuskan Prita membayar denda 204 juta kepada R.S Omni Internasional.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/12/06/04412985/Mengapa.Harus.Koin

******************************

Gelombang Rakyat Miskin Untuk ‘Koin Prita’

Relawan ‘Koin Peduli Prita’ dari sejumlah daerah di Indonesia juga terus bergerak.

Gerakan ‘Koin Peduli Prita’ terus menuai dukungan dari segala lapisan masyarakat. Kebanyakan dari mereka yang datang adalah masyarakat dari lapisan yang paling bawah.

“Ada pemulung datang membawa uang Rp 300 ratus,” ujar koordinator ‘Koin Peduli Prita’ Ade Novita dalam perbincangan di TV One, Senin 7 Desember 2009.

Ade juga mengatakan, para relawan ‘Koin Peduli Prita’ di sejumlah daerah Indonesia juga terus bergerak untuk menggalang dana.

Bagi masyarakat yang belum mengetahui, posko ‘Koin Peduli Prita’ di antaranya berada di Komplek PWR No 60 Jatipadang, Jalan Taman Margasatwa, Jakarta Selatan, dan warung Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), di Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hasil penghitungan selanjutnya secara periodik akan dilaporkan melalui websitekoinkeadilan.com

Gerakan ‘Koin Peduli Prita’ dipicu dari vonis Pengadilan Tinggi Banten yang mengharuskan Prita membayar ganti ruhi kepada Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera sebesar Rp 204 juta.

Koin yang terkumpul nantinya akan disumbangkan kepada Prita untuk membayar RS Omni.

Sejak digagas dalam diskusi di mailing list (milis) Sehat Group pada Kamis petang lalu, ajakan pengumpulan koin ini mendapat sambutan positif dari masyarakat di jejaring Twitter dan Facebook.

Namun, para sukarelawan mengimbau masyarakat untuk menyalurkan koin ke posko yang benar-benar dapat dipercaya. “Kami akan melakukan koordinasi dengan daerah,” ujarnya

Sumber : http://metro.vivanews.com/news/read/111633-gelombang_rakyat_miskin_untuk__koin_prita_

Dikutip dari : http://solocybercity.wordpress.com/2009/12/06/koin-keadilan-blog-informasi-koin-prita/

About Kang Agus

Curhat sang pelaut..kalau ada yang mau curhat cara masuk ke kapal pesiar silahkan komen di artikel yang berkaitan mohon maaf kalau gak langsung di jawab berhubung sibuk melaut..saya akan coba usahakan jawab
This entry was posted in berita dunia and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Warga Kumpulkan Uang Koin untuk Dukung Prita

  1. Yuk dukung Koin Prita Masuk Guinnes Books of Records; spy dokter-dokter tambah malu… baca ya di sini:

    http://kalipaksi.com/2009/12/16/guinness-world-records-untuk-koin-prita/

  2. Kasus prita memang banyak menyita perhatian publik. Bahkan ketika pengadilan perdata memutuskan denda yang harus dibayar oleh Prita, nurani publik seakan tergerak untuk membantu meringankan beban prita. Walhasil jumlah sumbangan yang terkumpul pun sangat fantastis. Bahkan sebuah konser amal pun sengaja digelar untuk menambah pundi-pundi sumbangan.

    Pelajaran yang bisa kita ambil, bahwa penduduk negeri ini masih punya empati terhadap sesama. Mudah-mudahan hal ini dapat terus terjaga sampai kapanpun.
    Cara Membuat Blog

  3. tukul says:

    Semoga sumbangan buat Prita trus bertambah….

  4. Ibu Solikhati says:

    Presiden SBY harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!! Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Dimana Pancasila di muka-muka para pejabat dan menteri itu? Dari media antara lain dari Metro TV kita kian tahu jelas dan terang bahwa pemimpin MUI yang justru selama ini menyesatkan dan memfitnah Ahamdiyah atau JAI (Jemaat Ahmadiyah Indoneia). bahwa JAI aliran sesat atau menyimpang dari Islam adalah versi pimpinan MUI dan Kementerian Agama Indonesia.

    Bukan pertama kali JAI dan juru bicaranya menyatakan Nabi/Rasul mereka sama seperti umat Islam lainnya, Muhammad SAW. Kalau kita buka web resmi atau menonton pengajian-pengajian di MTA TV, televisinya Ahmadiyah pusat, http://www.mta.tv/ , Nabi/Rasul mereka sama: Muhammad Rasulullah. Juga sangat jelas dalam lafaz doa dan puji-puji mereka. Jadi apanya yang menyimpang dan menyesatkan? Tidak ada yang menyimpang di Ahamdiyah. Pertanyaan kita semua kenapa MUI dkk termasuk Menteri Agama memfitnah Ahmadiyah? Ini pertanyaan besar. Apakah sebagai intelektual, pimpinan MUI dan Menag hanya membebek laporan sesat anak buahnya dan tidak meneliti kebenaran?

    MUI sepihak. Kenapa tidak minta JAI menjelaskan di depan media-media di Indonesia agar masyarakat tahu mana yang benar? Dan apa betul Ahamdiyah menganggap Ghulam Ahmad nabi mereka? Kenapa masyarakat hanya diberi versi MUI dan Menag saja? Ada apa di balik ini? Kenapa MUI memprovokasi dan menciptakan permusuhan sesam Muslim dan sesama manusia? Dimana Pancasila? Dimana HAM? Kenapa dibuat SKB yang tidak adil?

    Itu sama halnya menyelesaikan masalah dengan masalah baru? Kini kita tahu siapa yang salah sebenarnya. MUI atau Ahmadiyah? Kita sebagai umat Muslim dan umat sesama manusia tidak rela umat dan manusia lain dizalimi. Mari kita semua sesama umat beragama, kita demo besar-besaran saja dan desak SBY bubarkan MUI dan Kementerian Agama. kalau begini, Presiden harus bubarkan MUI dan Kementerian Agama seperti Gus Dur dulu bubarkan Depsos !!!

  5. Ibu Tuty says:

    Kita dukung Prita. Betul Tapi semua harus dilihat akar dan penyakit menularnya. Akibat kalau pemimpin lemah, semua orang main sendiri-sendiri. Semua rusak. Di bidang semuanya. jadi apapun alasannya, pemakzulan mungkin sudah saatnya. Terlalu banyak yang sudah yang bilang kalau kabinet yang dipimpin SBY pura-pura tidak tahu, padahal pemerintahnya yaitu Boediono dan Sri Mulyani jelas diduga jelas terlibat langsung maupun tak langsung skandal Bank Century. Saat ini ada relevansi serius perlunya pemakzulan. Seperti di Mesir juga, rezim atau kepala pemerintahan sebuah kabinet serta kabinetnya sekalipun nyang enggak pro rakyat nyang hanya pintar pidato, tapi pelaksanaan pembangunan dengan uang besar itu direkayasa dan dibiarkan jatuh ke pihak-pihak nyang enggak bertanggung jawab, pemimpin nasional nyang enggak ngawasi ketat dan enggak beri sanksi keras, perlu digulingkan oleh mahasiswa dan seluruh rakyat. Mereka perlu didemonstrasi masif dengan uang dan moral semua komponen oposisi pihak lawan di negara itu, baik dengan campur tangan asing maupun tidak. Orang-orang di negara-negara itu hebat karena selalu menyurati negara-negara maju seperti Amerika dan Kanada agar rezim mereka digulingkan saja. Di Indonesia mungkin perlu juga. Pemimpinnya juga hanya pintar pidato, pintar bicara, katanya, akan melaksanakan proyek-proyek pengentasan kemiskinan dan pangan. Tapi jangan-jangan dana-dana itu dicairkan untuk ditilep orang-orang mereka, TST. Atau presiden tidak mengawasi ketat dan lemah. Bukan faktor lamanya waktu berkuasa misalnya 30-40 tahun, sebuah rezim tidak berguna; 1 atau cukup 5 tahun atau 6 tahun tapi kalau sudah kelihatan menyengsarakan rakyat terus ya dibuang saja. Masalah di negeri ini seumpama ular kobra berbisa. Kalau kepalanya tidak jelas dan menunjang buruknya masalah, ya kepala itu harus diganti dengan yang tegas dan baik. Baik saja jelas tidak cukup.

  6. Karmila Hasibuan says:

    Atika Sunarya dan TV ONE adalah wartawan dan media televisi tolol dan dan bodoh dan harusnya diadili di PN pagi ini karena telah melakukan trial by the press. Atika Sunarya di TV ONE mengatakan bahwa Abu Bakar Ba’asyir “terlibat” aktivitas terorisme dan pendanaan terorisisme di Aceh. Atika Sunarya dan TV ONE tidak mengatakan “diduga/dituduh” terlibat …. Harusnya Atika Sunarya dan TV ONE yang diadlidi di PN.
    Tak ada wartawan dan media di dunia ini yang berani melakukan trial by the press kecuali Atika Sunaray dan TV ONE. Bagaimana mereka tahu Abu Bakar Ba’asyir adalah teroris? Bagaimana Atika Sunarya dan TV ONE serampangan dan berani main tuduh dan mendakwa? Inilah sebuah bangsa yang sakit akibat media di negara ini sendiri yang tidak akurat dan terbawa misi pemfitnahan keji terhadap anak bangsa sendiri, tanpa bukti dan hanya berangkat dari opini yang sengaja dibuat untuk kepentingan tertentu. Adalah sembrono dan ketololan TV ONE. Media-media TV Barat yang sangat berani tidak pernah melakukan trial by the press dan selalu mengatakan “diduga” maupun disebut-sebut. Dan bila kita membaca di sebuah sumber penting, misalnya, di Wikipedia saja, tak ada yang berani mengatakan seperti Atika Sunarya dan TV ONE. Wikipedia menulis misalnya bahwa: “Abu Bakar Ba’asyir bin Abu Bakar Abud, biasa juga dipanggil Ustadz Abu dan Abdus Somad (lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Agustus 1938; umur 72 tahun), merupakan seorang tokoh Islam di Indonesia keturunan Arab. Ba’asyir juga merupakan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) serta salah seorang pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min. Berbagai badan intelijen menuduh Ba’asyir sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah grup separatis militan Islam yang mempunyai kaitan dengan al-Qaeda.” Abu Bakar Ba’asyir membantah karena dia memang bukan teroris. Dia hanya kiyai biasa, punya pesantren, untuk memberikan ilmu agama dan mencari nafkah keluarga dan saudara-saudaranya. Kami adalah wartawan-wartawan investigatif. TV ONE adalah sebuah penyebar kebohongan. Kita harus hati-hati dengan media-media buruk total seperti ini. Atika Sunarya dan TV ONE ternyata adalah wartawan pelanggar kode etik jurnalistik (universal) yang berlaku di seluruh dunia. Negara ini makin hancur karena ulah media-media lokal seperti ini.

  7. Pingback: uye bagi2 informasi | becakbanetelu

  8. Istianah says:

    FBR atau lainnya perlu dan harus menghajar terus calo-calo Batak Transumatra dan Jawa di Terminal Pulogadung, sebab polisi sengaja membiarkan mereka.

    Salut dengan FBR, ganyang calo Batak Pulogadung serta bekingnya polisi terminal Pulogadung

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dua kelompok massa bentrok di depan terminal bus antar kota antar provinsi, Pulogadung, Senin (4/4/2011). Bentrok terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

    Kapolsek Pulogadung, Kompol Dani Hamdani menjelaskan massa FBR tidak terima ulah oknum calo Pulogadung yang telah menipu anggota FBR sekitar seminggu lalu.

    “Informasi sementara seperti itu, saat ini masih kita selidiki,” ujar Kompol Dani kepada tribunnews.com di Jakarta, Senin (4/4/2011).

    “Laki-laki gembong calo Batak Transsumatra Pulogadung itu gempal gemuk dan kepada penumpang selalu mengaku dia petugas keamanan tidak berseragam di sini dan satunya lagi laki-laki agak kurus dan cerewet kayak perempuan, ” ujar Kompol Dani Hamdani.

    Saat ini kedua massa masih berkumpul di lokasi kejadian. Situasi masih mencekam walau bentrok telah berakhir. (Ade)

    Terminal Pulogadung dikuasai calo Batak dan polisi di sana diam

    RIAUPOS.COM, TEMBILAHAN (RP) – Hati-hati jika anda “pulang kampoang” naik bus dari terminal bus Pulogadung. Anda bisa diperas calo-calo di terminal tersebut.

    “Aku diplorot celanaku dan dipaksa membayar Rp 85.000 lebih mahal dari tiket resmi oleh calo-calo Batak itu,” ujar Sukardi, usia 59 tahun, Minggu (3/5/2011).

    Bapak tua itu menuturkan kepada RP di kampung halamannya di Tembilahan, kabupaten Indragiri Hilir, provinsi Riau, setelah pulang dari terminal Pulogadung dari mengunjungi putra pertamanya yang tinggal di Jakarta beberapa hari sebelumnya.

    “Saya tidak tahu kalau banyak [calo-calo] Batak disana [di terminal Pulogadung]. Katanya setelah SBY jadi presiden, calo-calo Batak tidak ada lagi. Buktinya masih banyak,” ujar Sukardi.

    Aminah, 15, anak perempuan Sukardi, mengisahkan cerita ayahnya. “Calo-calo Batak itu memaksa setiap penumpang membayar Rp 80.000 – Rp 100.000 lebih mahal dibandingkan harga resmi tiket ke Riau. Beda-beda. Ada yang dicatut Rp 50.000, ada yang sampai Rp 150.000. Ayahku mulanya memprotes, calo itu marah lalu … ,” ujar Aminah, sambil menangis tersedu, kasihan pada ayahnya yang dipermalukan di depan umum tanpa salah apa-apa.

    “Setelah kami masuk melalui pintu utara terminal, kami didorong-dorong, ditarik-ditarik Batak-batak itu ke loket. Kami tidak berani melawan, kecuali Ayah memprotes tapi dengan mulut. Calo-calo Batak itu banyak sekali. Mereka membuntuti terus kami dari belakang,” ujar Aisah, 18, kakak Aminah, dengan geram.

    Beberapa penumpang lainnya dari bus yang tiba di Riau itu mengaku mereka memang dipaksa membayar Rp 50.000 – Rp 150.000 lebih mahal dari harga tiket resminya saat di terminal Pulogadung, dan para penumpang mengiakan peristiwa penelanjangan Sukardi oleh para calo tersebut.
    “Betul, kasihan. Orang tua tadi itu memang ditelanjangi calo-calo Batak di Pulogadung. Banyak yang melihat kejadian itu. Dua polisi berseragam, di terminal itu juga melihat dan diam saja,” ujar Tasrip, 50, warga dari sebuah desa di kecamatan Tembilahan.

    “Polisi diam karena mendapat bagian. Setiap penumpang dicatut Rp 50.000 – Rp150.000, sebagian duit itu pasti untuk polisi,” ujar Tasrip, dan mengatakan dia dipaksa membayar Rp 90 .000 lebih mahal oleh calo-calo tersebut.

    “Ini mungkin karena Presiden SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] tidak tegas, atau mungkin ada pihak-pihak lawannya yang ngrecoki untuk memberi kesan SBY tidak tegas. Harusnya dia [SBY] menindak tegas polisi-polisi korup itu dan memberantas calo-calo itu,” ujar Tasrip.

    Joni, 34, penumpang lainnya yang berjualan di Tanah Abang asal kota Riau bersama banyak penumpang lainnya, mengatakan mereka kapok dan tidak akan pulang melalui terminal Pulogadung kalau SBY tidak minindak tegas kepala polisi Pulogadung. “Calo-calo itu harus diberantas habis dan selamanya. Polisi-polisi yang membiarkan harus diberhentikan pula,” ujar Joni, kesal.

    “Aku diperlakukan kayak binatang, diplorot celanaku. Aku sangat malu dibuatnya. Kurang ajar mereka itu semua. Pemilu yang akan datang aku tidak pilih Partai Demokrat [partainya SBY]. Saya akan pilih PKS,” ujar Sukardi, pak tua yang malang itu. “Saya juga akan pilih partai yang lain,” ujar dua putrinya.

    “Saya sejak dulu golput dan akan terus golput, tak ada yang bener, tak ada yang mempedulikan orang-orang kecil seperti kami,” ujar Tasrip. “Saya tidak akan pilih Partai Demokrat, tidak akan pilih PDI-P, tidak akan pilih Gerindra, tidak akan pilih Hanura, tidak semuanya,” ujar Joni, senada dengan Tasrip.

    Ketika ditanya partai apakah yang diharapkan bisa mengatasi masalah. “Ada. Nasdem (Nasional Demokrat) kalau organisasi massa itu menjadi partai. Jadi kitaakan pilih Partai Nasional Demokrat,” kata Tasrip.

    “Kalau aku sudah tak percaya lagi sama partai. Lebih baik mereka membuktikan mampu membersihkan calo-calo itu selamanya baru aku percaya. Surya Paloh [pemimpin Nasdem] pasti juga akan berkoalisi dengan SBY jadi percuma. Lebih baik golput terus,” ujar Joni.

    Menurut mereka, ada dua pintu di terminal bus Pulogadung. Pertama, pintu selatan menuju terminal bagian selatan untuk tujuan Jawa Timur dan Madura, dikuasai oleh calo-calo suku Jawa, yang menurut mereka, berperilaku cukup baik, tidak pernah memaksa dan hanya mengarahkan ke loket dan tidak minta uang serupiah pun. Kedua, pintu utara menuju terminal bagian utara untuk tujuan Sumatra, dikuasai calo-calo Batak.

    “Jika penumpang tidak sadar lalu masuk dari pintu utara terminal Pulogadung itu, habislah dia, diperas calo-calo Batak itu,” ujar Tasrip.

    Jalil, 25, penumpang asal Tembilahan pula, yang bersosok tinggi dan kurus, menambahkan: “Calo-calo Batak itu sengaja dipelihara oleh polisi-polisi terminal Pulogadung. Mereka sudah lama disana. Selalu muncul dari sekitar pintu masuk dan pintu gerbang dan juga di dalam terminal itu. Mereka dibiarkan. Calo-calo Batak itu semakin kurang ajar dan semakin berani kepada penumpang, karena polisi terminal Pulogadung ngeper [tidak berani menertibkan calo-calo itu]. Hari ini tertib, seminggu lagi mereka sudah berada disana lagi,” ujar Jalil. (Denny).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s